Adanya relaksasi atau pelonggaran PSBB tersebut, bertujuan agar masyarakat bisa memutar kembali roda perekonomian, namun tetap dalam koridor protokol kesehatan.
"Mustinya pemerintah fokus saja di sebab. Sebabnya itu kan Covid-19. Ekonomi itu kan akibat. Jadi kalau sebabnya belum diberesin kemudian pindah ke akibat, ya nggak akan selesai-selesai permasalahannya," ujar pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/5).
Menurut pria yang karib disapa Hensat ini mengatakan, PSBB yang saat tengah diterapkan sudah lumayan ketat. Namun bukan berarti Pemerintah tidak banyak kecolongan.
"Begitu banyak yang nyolong-nyolong keluar. Nah ini kalau mau relaksasi, dilonggarkan, nanti malah bablas," ungkapnya.
Oleh karenanya, Founder Lembaga Survei Kedai Kopi ini menegaskan, sebaiknya pemerintah konsisten saja dengan kebijakan yang telah dikeluarkan.
"Ini kan belum selesai. Jadi nggak usah dikurang-kurangi juga. Nanti kalau kemudian di
declare sudah selesai wabah ini, mau ada kebijakan baru ya silahkan," jelasnya.
"Tapi kalau yang sekarang sih menurut saya tidak tepat. Dan sebuah kebijakan yang belum pasti sebaiknya jangan dilontarkan ke publik. Bikin bingung," tandas Hensat.
BERITA TERKAIT: