Mahfud MD Wacanakan Relaksasi PSBB, Hensat: Kalau Kebijakan Belum Pasti Jangan Dilontarkan Ke Publik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Selasa, 05 Mei 2020, 23:55 WIB
Mahfud MD Wacanakan Relaksasi PSBB, Hensat: Kalau Kebijakan Belum Pasti Jangan Dilontarkan Ke Publik
Hendri Satrio/RMOL
rmol news logo Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan  (Menkopolhukam) Mahfud  MD mewacanakan untuk memodifikasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21/2020

Adanya relaksasi atau pelonggaran PSBB tersebut, bertujuan agar masyarakat bisa memutar kembali roda perekonomian, namun tetap dalam koridor protokol kesehatan.

"Mustinya pemerintah fokus saja di sebab. Sebabnya itu kan Covid-19. Ekonomi itu kan akibat. Jadi kalau sebabnya belum diberesin kemudian pindah ke akibat, ya nggak akan selesai-selesai permasalahannya," ujar pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/5).

Menurut pria yang karib disapa Hensat ini mengatakan, PSBB yang saat  tengah diterapkan sudah lumayan ketat. Namun bukan berarti Pemerintah tidak  banyak kecolongan.

"Begitu banyak yang nyolong-nyolong keluar. Nah ini kalau mau relaksasi, dilonggarkan, nanti malah bablas," ungkapnya.

Oleh karenanya,  Founder Lembaga Survei Kedai Kopi ini menegaskan, sebaiknya pemerintah konsisten saja dengan kebijakan yang telah dikeluarkan.

"Ini kan belum selesai. Jadi nggak usah dikurang-kurangi juga. Nanti kalau kemudian di declare sudah selesai wabah ini, mau ada kebijakan baru ya silahkan," jelasnya.

"Tapi kalau yang sekarang sih menurut saya tidak tepat. Dan sebuah kebijakan yang belum pasti sebaiknya jangan dilontarkan ke publik. Bikin bingung," tandas Hensat. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA