“Dengan perjalanan selama lebih dari 2 bulan sudah cukup waktu untuk rumuskan strategi atasi Covid-19 secara komprehensif. Pemerintah juga bisa melakukan
benchmark negara-negara yang sukses tangani Covid-19 untuk diambil metode-metode yang diangap jitu menangani virus ini,†ujar Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta kepada wartawan, Senin (4/5).
Beberapa negara yang patut ditiru dalam menangani Covid-19 ini di antaranya Selandia Baru yang memiliki level penanganan Covid-19.
Lockdown ditempatkan di level teratas, pembatasan di level 3, pengurangan level 2, dan siaga di level 1.
Kemudian Singapura yang juga dianggap sukses tangani Covid-19. Negara tetangga itu memiliki level perubahan status tanggap atau disebut Dorscon, mulai dari status yang paling ringan, yakni terdiri dari hijau, kuning, oranye, dan merah.
Berkaca dari negara tetangga, seharusnya pemerintah tak lagi dihadapkan dengan persoalan mendasar seperti kekurangan alat pelindung diri (APD) hingga fasilitas kesehatan lain dalam menangani virus dari Wuhan, China itu.
"Mestinya saat ini sudah tidak terdengar lagi kekurangan APD di rumah sakit, kekurangan reagen untuk tes swab, juga soal masih kurangnya jumlah kamar isolasi untuk pasien positif serta berbagai kebutuhan mendasar untuk atasi Covid-19,†bebernya.
Bila hal mendasar tersebut belum terpenuhi, jelasnya, pencapaian penanganan Covid-19 yang setiap harinya diumumkan oleh Gugus Tugas Covid-19 tak akan berjalan maksimal.
"Ini akan membuat upaya penanganan Covid-19 makin panjang dan tidak jelas waktunya, tentu efek sosial ekonominya akan makin berat,†tutup Sukamta.
BERITA TERKAIT: