Langkah Belva Harus Diikuti Stafsus Presiden Lain Yang Punya Konflik Kepentingan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jamaludin-akmal-1'>JAMALUDIN AKMAL</a>
LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Selasa, 21 April 2020, 21:35 WIB
Langkah Belva Harus Diikuti Stafsus Presiden Lain Yang Punya Konflik Kepentingan
Tujuh Stafsus milenial Presiden Jokowi/Net
rmol news logo Mundurnya Adamas Belva Syah Delvara dari jabatan sebagai Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo diharapkan dapat diikuti Stafsus lainnya yang memiliki konflik kepentingan.

Ekonom muda, Bhima Yudhistira mengatakan, ia memberikan apresiasi atas langkah Belva untuk mundur sebagai Stafsus agar dapat fokus melakukan bisnis.

Bhima pun berharap langkah Belva dapat diikuti oleh Stafsus lainnya yang dinilai memiliki konflik kepentingan.

"Saya berharap Staf Khusus milenial lainnya yang memiliki konflik kepentingan antara bisnis dan jabatan publik untuk mengikuti jejak Belva, yakni memilih salah satunya tetap menjadi Stafsus atau profesional melanjutkan bisnis startupnya," ucap Bhima Yudhistira kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (21/4).

Karena kata Bhima, Stafsus Presiden dari kalangan milenial masih memiliki perjalanan karier yang panjang.

Sehingga, para Stafsus harus mampu menjaga kepercayaan publik agar dikemudian hari tidak mendapatkan stigma buruk.

"Perjalanan karier kawan-kawan millenial masih cukup panjang, dan generasi milenial yang jumlahnya 90 juta orang di Republik ini akan mengawasi setiap langkah kawan-kawan. Maka jagalah amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kalian adalah harapan sekaligus contoh bagi rakyat Indonesia," pungkas Bhima.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA