Salah satunya, kritikan yang disampaikan Koordinator Komunitas Supir Angkutan Pelabuhan Tanjung Priuk, Yulius Amo.
Yulius Amo menyebut kebijakan potongan 50 persen pembelian BBM bagi ojol sarat akan kepentingan sejumlah orang pada aplikator ojol.
"Kebijakan Pertamina diduga merupakan pesanan segelintir menteri di kabinet Joko Widodo yang punya kepentingan pribadi dengan provider starup unicorn ojek online," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4).
Yulius Amo meminta pemerintahs adar bahwa dampak Covid-19 bukan hanya dirasakan ojol. Tetapi, juga oleh supir angkutan barang.
"Misalnya saja uang jalan yang mereka perlukan selama menjalankan mengantar barang juga mengalami penurunan akibat mahalnya harga makanan dan minuman," jelasnya.
"Sedangkan mereka itu sistimnya jika mengantar barang dibekali uang jalan yang lebih banyak tergerus oleh biaya BBM yang digunakan," dia menambahkan.
Dia meminta potongan biaya BBM juga diberikan kepada supir angkutan barang. Kalau tidak, seluruh supir akan berhenti beroperasi.
"Seluruh supir di pelabuhan seluruh Indonesia untuk melakukan gerakan
lockdown dengan melakukan aksi gantung kunci alias menghentikan untuk beroperasi," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: