Hal itu yang disampaikan dalam Rapat Terbatas yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan sejumlah pejabat terkait lainnya pada Selasa (31/3).
Terkait hal tersebut, Retno menyebutkan WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) menjadi salah satu prioritas mengingat adanya penghentian operasi kapal-kapal pesiar seiring dengan mewabahnya virus corona baru atau Covid-19.
"Data yang bisa kita himpun untuk ABK jumlahnya sekitar 11.838 yang bekerja di 80 kapal. Jumlah ini mungkin dari waktu ke waktu akan terus bergerak sesuai dengan data-data yang masuk ke kami," ujar Retno.
Sembari melakukan proses pemulangan, para perwakilan RI di negara-negara lain juga melakukan perlindungan terhadap para ABK WNI.
"Misalnya untuk ABK, kita memastikan hak-hak para ABK WNI kita dipenuhi oleh perusahaan di mana mereka bekerja," lanjutnya.
Pada Selasa pukul 5.00 WIB saja, perwakilan RI di Malaysia telah mendampingi para WNI yang tengah menjalani proses kepulangan, terang Retno.
BERITA TERKAIT: