“Seharusnya konsen pemerinta menyelesaikan masalah kesehatannya, kenapa tiba-tiba kok malah ekonomi duluan?†ujar Enny kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/3).
Kebijakan darurat sipil atau pembatasan sosial skala besar akan sia-sia jika pemerintah tidak mampu mengatasi atau melakukan upaya pencegahan yang matang. Maka, setiap kebijakan yang dikeluarkan akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.
“Selama aturan tidak punya korelasi yang signifikan terhadap pengendalian Covid-19, maka itu bisa dan punya dampak ekonomi yang besar. Selama kebijakan itu tidak efektif, kebijakan darurat sipil atau lainnya tidak akan berefek pada (penanganan) Covid-19,†jelasnya.
Soal keputusan pemerintah yang tidak mengeluarkan kebijakan karantina wilayah dan lebih memilih untuk menerapkan darurat sipil, menurut Enny, ada konsekuensi ekonomi yang dipikul pemerintah.
“Jaga jarak atau
sosial distancing maksimal enggak? Pemerintah tidak mau karantina wilayah karena harus memberikan kompensasi kepada masyarakat, kalau darurat sipil
nothing. Saya kelaparan, siapa yang bertanggung jawab? Ini enggak konsisten,†tegasnya.
BERITA TERKAIT: