Sebelum Terlambat, Pemerintah Didesak Jalankan Imbauan Darurat Corona WHO

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Sabtu, 14 Maret 2020, 11:57 WIB
Sebelum Terlambat, Pemerintah Didesak Jalankan Imbauan Darurat Corona WHO
Saleh Partaonan Daulay (dua dari kiri)/RMOL
rmol news logo Permintaan dari organisasi kesehatah dunia WHO terhadap Indonesia agar menetapkan status darurat virus corona (Covid-19) dinilai sangat perlu untuk diindahkan. Sebab, hal itu menyangkut kemanusiaan dan khususnya keselamatan warga.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay dalam serial diskusi Polemik bertajuk "Bikin Corona Merana", di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3).

"Saya sangat sepakat sekali dengan WHO, WHO itu menyurati kita itu bukan semata mengintervensi kita secara politik, itu tidak ada unsur politiknya, ini murni masalah kemanusiaan. Karena kalau Indonesia tidak selamat ini bahaya, untuk daerah lain, ini kan sudah menjadi pandemik global," kata Saleh Daulay.

Menurutnya, pemerintah sedianya tidak perlu bertele-tele dan terkesan lamban menangani virus corona sudah mewabah. Komisi IX DPR berharap besar agar pemerintah langsung mengindahkan imbauan WHO sebelum terlambat.

"Kalau ini tidak dilakukan, jangan sampai nanti ini sedikit terlambat. Saya belum melihat sampai saat ini upaya konkret yang dilakukan (pemerintah)," sesal Saleh Daulay.

Lebih lanjut, Wakil Sekertaris Fraksi PAN di DPR ini mendesak pemerintah agar segera mengindahkan imbauan WHO tersebut.

"Saya berharap sekaligus mendesak segara mengikuti langkah langkah yang disampaikan WHO itu," pungkasnya.

Dama diskusi Polemik, Selain Saleh Daulay turut hadir narasumber antara lain, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Juri Ardiantoro, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra.

Kemudian, dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Muhammad Hafiz, pegiat kemanusiaan Gerakan #FightCorona Ferry Suranto, dan sSpesialis Komunikasi Untuk Perubahan Perilaku, UNICEF Rizky Ika Syafitri. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA