Pernyataan tersebut terlontar dari Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat konferensi pers di Taman Politik DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jumat (13/3).
"Mungkin teman-teman juga bertanya, salah satu puncaknya, Ketum Pak SBY akan menyampaikan pidato politiknya sebagai ketum yang terakhir," ujar Hinca saat memberikan keterangan pers di Kantor DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).
Pidato terakhir SBY itu, lanjut Hinca, bakal dinanti-nanti masyarakat Indonesia. Pasalnya, isi pidato tersebut SBY akan menyampaikan pandangannya mengenai sejumlah isu yang tengah berkembang di Indonesia.
"Dan karena itu akan sangat bagus untuk bangsa dan negara, masyarakat, kader-kader, dan juga media yang sudah lama menunggu suara beliau. Dan itu sudah kami siapkan juga," katanya..
Hinca juga menuturkan, SBY ingin mengakhiri kepemimpinan selama dua periode di Demokrat dengan baik.
"Beliau menyampaikan bahwa jika ia sebagai Presiden dua peridoe beliau
soft landing, menyelesaikan tugas-tugasnya, menyentuh garis finis sampai di ujung. Ia juga akan
soft landing di dalam kongres yang akan kami buat di kongres kelima," tuturnya.
Meski begitu, Hinca belum mau menyebutkan siapa-siapa saja yang akan menjadi kandidat pengganti SBY. Termasuk dua putra SBY yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.
"Siapa orangnya? Tunggu di kongres," tandasnya.
BERITA TERKAIT: