Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Partai Gelora, Fahri Hamzah menyampaikan kepada dua partai tersebut untuk memperbaiki pola pemilu di Indonesia.
"Ada baiknya sekarang permainan pemilu kita perbaiki secara total, yaitu mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang berulang, dan mengakhiri pola permainan yang hanya bermain pada angka presentasi threshold," kata Fahri Hamzah kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/3).
Mantan Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 ini mengatakan, ambang batas parlemen membuat pemilu tidak baik, dan merupakan permainan orang-orang yang percaya diri akan menang.
"PT tidak membuat pemilu kita tambah baik secara komprehensif, tapi hanya mengulang permainan orang-orang yang menang, atau merasa akan menang," ujar Fahri Hamzah.
Mantan politisi PKS ini memberi contoh, untuk memperbaiki pemilu dengan mengatur ketentuan yang ketat tentang data pemilih tetap.
"UU harus memaksa negara untuk memiliki identitas pemilih yang lebih bersih. Sehingga pemilih kita betul-betul merupakan orang yang ada, layak, dan terdaftar. Sesuai dengan daftar penduduk, yang seharusnya hari ini sudah berbasis kepada penduduk beridentitas tunggal atau single identity number," tutup Fahri Hamzah.
BERITA TERKAIT: