Menurut Faisal, tekanan ekonomi saat ini terjadi karena wabah.
"Virus corona membuat kebijakan ekonomi tumpul. Dalam konteks seperti itu, saya setuju," kata Faisal di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).
Ia mengungkapkan, krisis 2008 terjadi karena 'virus'
subprime mortgage dari sektor keuangan. Saat itu, Indonesia masih mampu tumbuh di angka 4,5 persen. Kondisi ini karena Indonesia tak memiliki virus keuangan yang dialami beberapa negara lain.
“Hanya segelintir negara yang mampu seperti itu. Saat itu Singapura resesi, tapi karena kita enggak punya virus keuangan (tidak resesi). Ini bukan karena Indonesia hebat, tapi memang produk ini (subprime mortgage) enggak ada," jelasnya.
Virus corona, kata Faisal, sudah mewabah ke 90 negara. Dia pun memprediksi akhir pekan depan sudah 100 negara terdampak. Hal itu, merupakan crisis pandemik dan bila bierkaca pengalaman, bisa diantisipasi dengan kebijakan ekonomi yang diharapkan bisa ditelurkan pemerintah.
“Jadi kita enggak tahu karena corona menyebar terus dan yang lebih parah itu kepanikan,†tandasnya.
BERITA TERKAIT: