Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3).
"Nasdem tetap 20 persen (PT). Apa sih otoritarianisme politik itu? Jangan kemudian
gebyah uyah (menyamaratakan) lah. Baca dulu teori politiknya, teori demokrasinya. Demokrasi itu
separation of power (pemisahan kekuasaan), daulat rakyat, kalau dia (
presidential threshold) 20 persen itu sebuah mekanisme namanya," kata Willy Aditya.
"Otoritarian melahirkan orang yang
untestable (tidak bisa diuji), enggak melalui mekanisme pemilihan, gitu dong ah," imbuhnya.
Wakil Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPR RI ini menjelaskan, dalam suatu sistem presidensial memerlukan basis di parlemen dan partai politik yang akan mengajukan ambang batas tersebut.
Karenanya, tidak relevan dan cenderung ngawur jika tingginya ambang batas presiden memicu otoritarianisme parpol.
"Harus kita pahami, pemerintahan yang terbentuk itu memiliki basis kekuatan di DPR. Ini kan presidensial, ketika dia tidak memiliki basis di DPR, bagaimana hubungan relasi antara eksekutif dan legislatif? Ini orang cara berpikir yang
gebyah uyah," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: