Sebelum menyerahkan berkas pendaftaran ke Sekertaris Steering Commitee (SC) Kongres V PAN, Saleh Partaonan Daulay. Dradjad Wibowo memberikan sedikit kata sambutan.
Dalam sambutannya, Drajad Wibowo sempat menyinggung politisi yang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dia mengaku sedih dan terpukul jika ada politisi yang berurusan dengan lembaga antirasuah. Namun, Dradjad Wibowo tidak menyebut spesifik siapa politisi yang dimaksudkannya itu.
"Saya selalu merasa sedih, merasa terpukul, setiap saat mendengar ada politisi yang harus bermasalah dengan KPK. Entah itu dia berada di pemerintahan di eksekutif, entah dia menteri, entah itu dia berada di DPR, anggota DPRD," ujarnya di Kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2).
Menurutnya, politisi yang berurusan dengan KPK itu akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap proses politik maupun partai politik itu sendiri.
"Karena apa? Karena itu membuat masyatakat semakin alergi terhadap proses politik. Masyarakat semakin melihat bahwa politik itu kotor. Dan survei-survei menujukkan gitu," kata Dradjad H Wibowo.
Karena itu, jika dia terpilih menjadi ketua umum PAN Periode 2020-2025 dirinya akan berusaha mengembalikan citra negatif masyarakat terhadap politik. Salah satunya dengan membentuk sistem keuangan partai yang akuntabel dan transparan.
"Misi dakwah saya untuk
good and clean governance itu salah satu yang ingin saya perjuangkan apabila nanti diberi amanat nanti memimpin PAN. Adalah merombak membenahi pengelolaan keuangan partai-partai politik. PAN kita harapkan bisa menjadi pelopor didalam perombakan keuangan parpol," urainya.
"Karena kita mengharapkan pengelolaan keuangan parpol nanti itu betul-betul bisa menjadi pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan layak audit oleh BPK," demikian Dradjad Wibowo.
BERITA TERKAIT: