Kepada
Kantor Berita Politik RMOL Ubadillah menjelaskan duduk persoalan kesalahan informasi yang beredar di media massa.
Kata Ubaidillah, informasi tentang rencana Menag memulangkan eks kombatan ISIS adalah tidak benar. Ubaidillah menyebut, pemulangan bisa dilakukan asalkan dengan kajian dan koordinasi yang matang.
"Terkait berita yang selama ini beredar terkait Menag akan memulangkan 600 eks ISIS ke Indonesia, adalah info yang salah dan saya rasa tidak semudah itu tanpa adanya kajian dan kordinasi yang matang," kata Ubaidilillah kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (4/2).
Kehebohan itu bermula saat deklarasi Ormas Pejuang Bravo Lima pada Jumat (31/1). Saat itu acara deklarasi dihadiri oleh Deputi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjend Hendri Parumahan Lubis.
Saat itu, Hendri memaparkan video kekejaman ISIS yang mendoktrin anak-anak kecil dari berbagai negara untuk menjadi teroris. Hendri mengulas bagaimana upaya BNPT yang saat ini sedang melakukan pemulihan warga yang terpapar faham radikal.
Fachrul Razi selaku Ketua Umum Pejuang Bravo 5 kemudian merespons pemaparan Mayjend Hendri. Ia menjelaskan bahwa orang yang terpapar faham radikal sangat susah untuk dikembalikan seperti masyarakat umum yang tidak radikal.
Mantan Wakil Panglima TNI itu kemudian menginstruksikan kepada seluruh anggota Ormas Pejuang Bravo Lima untuk melawan segala tindakan radikal dan ekstrimisme yang berujung terorisme.
"Pak Menag Fachrul Razi menambahkan supaya Pejuang Bravo Lima di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan dalam menangkal dan mencegah faham radikalisme dan intoleransi," demikian cerita Ubaidillah yang hadir saat pidato Fachrul Razi di deklarasi Ormas Pejuang bravo Lima, Jumat (31/1).
BERITA TERKAIT: