Lieus Sungkharisma: Elit Partai Gerindra Harus Meniru Sikap Ksatria Prabowo

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yelas-kaparino-1'>YELAS KAPARINO</a>
LAPORAN: YELAS KAPARINO
  • Senin, 16 Desember 2019, 21:21 WIB
Lieus Sungkharisma: Elit Partai Gerindra Harus Meniru Sikap Ksatria Prabowo
Foto: Net
rmol news logo Tidak terasa, sudah 16 bulan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno karena maju sebagai Cawapres mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Ironisnya sampai kini belum juga didapat titik terang siapa yang akan menggantikan Sandiaga Uno untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Situasi itulah yang membuat sejumlah warga Jakarta, tak terkecuali koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, menjadi prihatin.

“Memang selama ini roda pemerintahan DKI berjalan seperti biasa dan tidak ada masalah. Tapi keadaan ini tak bisa dibiarkan, terus. Bukan saja hal ini tidak lazim, tapi juga bisa menjadi preseden buruk di masa datang,” ujar Lieus.

Padahal, kata Lieus, ia mengetahui Partai Gerindra sebagai salah satu partai pengusung, sudah berkali-kali mengajukan calon pengganti  Sandiaga.Begitu juga dengan PKS. Tapi entah dimana masalahnya, tetap tak ada titik temu.

“Kasihan Pak Anies. Ia jadi seperti dibiarkan sendirian mengurus Jakarta,” tambah Lieus.

Karena itu, ketika ia mendengar Partai Gerindra kembali mengajukan empat nama sebagai pengganti Sandiaga Uno, Lieus berharap baik PKS maupun elit Gerindra di DKI dapat berbesar hati menerima calon-calon tersebut.

“Kita berharap elit Gerindra DKI dapat meneladani sikap ksatria pak Prabowo yang pernah ia sampaikan saat mengajak Sandiaga Uno untuk mendampinginya sebagai Cawapres pada Pilpres 2019. Yakni menyerahkan kursi Wagub DKI pada PKS,” tutur Lieus lagi.

Memang, kata Lieus, sampai 18 bulan menjelang berakhirnya masa jabatan gubernur yang sekarang, secara hukum kekosongan kursi Wagub tidak masalah.

“Tapi bukan berarti kekosongan kursi Wagub itu boleh kita biarkan,” tegasnya.

Lieus menyebut, karena beratnya beban tugas yang dipikul oleh seorang gubernur, apalagi untuk daerah yang menjadi ibukota negara, maka keberadaan wakil gubernur tak bisa ditunda-tunda.

“Kalau pak Anies dibiarkan sendirian terus, tentu tidak baik baginya. Bagaimanapun pak Anies butuh pendamping yang bisa berbagi tugas dengannya,” tutur Lieus.

Lieus berharap, baik Partai Gerindra dan PKS mau kembali duduk satu meja untuk membahas soal kursi wakil gubernur yang kosong tersebut. “Singkirkanlah ego partai dan kepentingan kelompok. Segeralah Gerindra dan PKS ambil kata sepakat untuk menentukan siapa yang akan menjadi pendamping pak Anies. Sebagai warga Jakarta, kita tiga tega melihat pak Anies pontang-panting sendirian mengurus kota sebesar ini,” katanya.

Sandiaga Uno mengundurkan diri dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 10 Agustus 2018. Sandiaga mundur dari jabatan setelah mengemban tugasnya selama 10 bulan karena terpilih menjadi pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

“Sejak Sandiaga Uno mundur, beberapa nama sempat diusulkan sebagai penggantinya baik oleh PKS maupun Gerindra. Namun sampai hari ini tidak juga tercapai kata sepakat antar partai pengusung,” jelas Lieus.

Karena itu Lieus berharap, usulan baru Partai Gerindra yang mengajukan empat nama sebagai wakil gubernur pendamping Anies, bisa segera disepakati partai pengusung.

“Dengan demikian kursi wagub DKI tak lagi kosong,” harapnya. rmol news logo article




Prabowo Perkuat Hubungan Pertahanan Indonesia Dengan China

RMOL. Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat untuk memperkuat hubungan pertahanan kedua negara.

Hal ini menjadi tema pokok yang dibicarakan dalam pertemuan antara antara Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto,  dan Menteri Pertahanan Nasional RRC, Jenderal Wei Fenghe serta unsur State Administration for Science, Technology and Industry for National Defense (SASTIND), di Beijing, Senin siang tadi (16/12).

Dalam keterangan yang diterima dari KBRI Beijing disebutkan berbekal status hubungan bilateral yang telah mencapai Kemitraan Strategis Komprehensif, Menhan Prabowo Subianto yakin kedua negara dapat memperluas area kerja sama di bidang pertahanan dan militer.

Pertemuan antara Prabowo dan Jenderal Wei Fenghe digelar di gedung utama Kementerian Pertahanan Nasional RRC di kawasan Deshengmen, Beijing.

Ini merupakan pertemuan kedua mereka setelah sebelumnya berjumpa saat 6th ASEAN Defence Ministers’ Meeting Plus di Bangkok tanggal 18 November 2019.

Kedatangan Menhan Prabowo Subianto disambut dengan upacara militer oleh Menhan Jenderal Wei Fenghe dan pasukan kawal kehormatan People’s Liberation Army (PLA).

Dialog yang bersahabat dan cair antara dua rekan sejawat ini membahas tentang berbagai isu terkait pertahanan negara, kerja sama kedua angkatan bersenjata Indonesia dan Tiongkok, serta masalah stabilitas dan keamanan kawasan.

Dalam pertemuan dengan SASTIND, Menhan Prabowo Subianto berdialog dengan Deputi Direktur Jenderal SASTIND, Xu Zhanbin yang didampingi wakil-wakil BUMN industri strategis RRT.

Industri strategis RRC yang hadir antara lain adalah China Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMIEC), Norinco, dan China Electronics Technology Group Corporation (CETC) yang memaparkan pengalaman mereka di Indonesia dan negara-negara lain.

Tentunya dialog dengan SASTIND membahas kemungkinan kerja sama industri pertahanan dengan Tiongkok. Industri pertahanan Tiongkok telah terbukti dapat memenuhi hampir semua kebutuhan pertahanan negara RRC.

Dalam dua pertemuan ini Menhan RI didampingi oleh Duta Besar RI, Djauhari Oratmangun, Atase Pertahanan KBRI Beijing, Brigadir Jenderal Kuat Budiman, Bapak Sjafrie Sjamsoeddin, dan Bapak Suryo Prabowo serta delegasi yang terdiri dari pejabat tinggi Kemenhan dan TNI. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA