Hanya saja, pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Zaenal A. Budiyono menilai stafsus milenial yang dipilih Jokowi memiliki latar belakang yang hampir mirip.
“Ini kan kalau dilihat, mengangkat aktivis di bidang digital. Seharusnya, presiden memilih yang lebih berwarna," kata Zaenal kepada wartawan, Rabu (27/11).
Salah satu yang menjadi sorotan Zaenal adalah kebutuhan Jokowi akan stafsus di bidang ekonomi. Ini diperlukan mengingat pertumbuhan ekonomi yang sedang melambat.
Kalangan milenial tidak melulu harus mereka yang fokus di bidang digitalisasi dan startup. Melainkan, juga cakap di sektor riil.
“Sekali lagi, ini tidak ada masalah, hanya saja harus lebih beragam. Apalagi ini periode kedua pemerintahan Jokowi sehingga staf khusus yang diangkat mengerti betul permasalahan yang terjadi," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: