Di Istana Kepresiden Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11), Pratikno menjelaskan secara terperinci mengenai gagasan Jokowi yang disampaikannya dalam pidato pertama usai pelantikan di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10).
"Idenya sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengurangan pegawai, penurunan pangkat, ruang kenaikan pangkat jadi berkurang, apalagi pengurangan penghasilan. Sama sekali tidak berkaitan dengan itu," ujar Pratikno seperti yang dikutip dari akun Instagram
@kemensetneg.ri, Jumat (8/11).
Pratikno menuturkan, perampingan eselon justru membuka peluang seluas-luasnya bagi para aparatur sipil negara (ASN) untuk menempati jabatan fungsional.
Dengan jabatan itu, para ASN dimungkinkan untuk terus bekerja berdasarkan kompetensi dan keahliannya sehingga dapat bekerja lebih optimal sesuai dengan kemampuan dan latar belakang yang dimiliki.
Ditambahkan Pratikno, perampingan eselon tidak perlu menjadi kekhawatiran berlebih bagi para aparatur negara. Karena gagasan tersebut merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk melaksanakan reformasi birokrasi.
BERITA TERKAIT: