Direktur Program Centre of Economic and Democracy Studies (Cedes) Edy Mulyadi mengaku pesimis akan ada perubahan signifikan di kabinet Jokowi, khususnya di bidang ekonomi.
"Wajah kabinet ke depan khususnya di bidang ekonomi, saya betul-betul pesimis. Karena sangat mungkin Jokowi akan mengulangi kesalahan periode pertama," ucapnya saat diskusi publik bertema “Meraba Wajah Kabinet Jokowi Jilid II†yang digelar FrontPage Communication di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/9).
Edy juga mengkritik nama kabinet yang dipakai Jokowi, yaitu Kabinet Kerja. Menurutnya, nama itu tidak memiliki nilai berarti dan tidak sesuai dengan saat kampanye.
"Ketika pertama menyusun kabinet dari namanya saja sudah aduh garing banget, kerja. Itu
garing banget, nggak ada ruh di sana. Padahal waktu kampanyenya itu trisakti," tegasnya.
Dia kemudian mengutip mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Hamka yang mengatakan, kalau sekadar bekerja, kerbau di sawah juga bekerja.
Dengan kata lain, jargon kerja, kerja, kerja Jokowi pada periode pertama tidak memiliki makna yang berarti. Ditambah lagi, menteri kabinet Jokowi yang tidak sesuai dengan nawacita.
"Dia nggak berani pakai itu (trisakti) karena kabinetnya sama sekali nggak ada sama sekali trisaktinya, nggak ada," tegasnya.
Diskusi ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Indonesia, Febri Rahmat; analis Kedaikopi, Hendri Satrio; aktivis anti korupsi, Adhie Massardi; dan Litbang RMOL, Faisal Mahrawa sebagai narasumber. Sementara Wapimred
Kantor Berita Politik RMOL, Ruslan Tambak bertindak sebagai moderator.