Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan, penugasan itu dilakukan karena adanya kekhawatiran terkait fakta di lapangan. Khususnya tentang carut-marut pemilu yang hingga kini belum terselesaikan.
Salah satu di antaranya yakni terkait input data perolehan suara calon presiden-calon wakil presiden di aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Kami tegaskan, kami PKS dan seluruh saksi di seluruh kecamatan sekarang ini untuk mengawal dua suara sekaligus. Yaitu suara Prabowo-Sandi dan suara untuk PKS. Kami kerjakan semuanya," tambahnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/4).
Hal itu dilakukan karena menurut dia, PKS tetap memegang teguh komitmen awal dalam upaya mengawal kemenangan Prabowo-Sandi.
"Kami sesugguhnya tetap bekerja untuk kemenangan Pilpres sebagaimana komitmen PKS. Tapi kami masih akan terus mengawal, karena bisa saja kami dapat 69 kursi," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: