Untuk itu, Koordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa) Amirullah Hidayat menantang para lembaga survei untuk berani membuka sampel mereka.
“Buka hasil pencoblosan dari TPS yang jadi
sampling di
website masing-masing. Kita adu data dengan lembaga survei di TPS tersebut,†tegas Amir dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/4).
Hanya dengan begitu, sambung Amir, ada kesempatan bagi publik untuk menguji kebenaran data lembaga-lembaga survei tersebut. Termasuk tahu sebaran sampel mana yang diambil.
“Sebab kita telah mendapat info tentang permainan lembaga survei tersebut dalam mengeluarkan hasil
quick count. Apalagi Korsa telah mengetahui data yang dipegang mereka,†sambung kader Muhammadiyah ini.
Menurutnya, lembaga survei saat ini minim keterbukaan data. Apalagi, situs yang mereka buat tidak pernah diperbaharui dan hanya menampilkan berita-berita lawas di laman muka situs.
“Jadi untuk mewujudkan kebenaran sehingga rakyat tidak menjadi tanda tanya, lembaga survei tersebut harus berani mengikuti dan menerima tantangan ini. Jadi semua transparan dan terbuka. Sebab Korsa telah memegang data 60 persen data C 1 berdasarkan TPS se-Indonesia,†pungkasnya.
BERITA TERKAIT: