Ekonom Senior Rizal Ramli menyebutkan, pemerintahan Prabowo-Sandi nantinya tidak akan menggunakan strategi 'business as ussual' dalam bidang ekonomi. Bahkan, pemerintahan baru akan menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2020 hingga 2024.
Menurut pria yang akrab disapa RR tersebut, langkah-langkah itu akan akan memperbaiki daya beli masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, hingga menghadirkan kebijakan ekonomi berkeadilan.
"Kita tidak mau lagi yang dibangun hanya infrastruktur tanpa planning yang benar, sehingga meninggalkan trauma 3-O (over-supplies, over-price dan over-borrowing)," kata RR dalam Pidato Kebangsaan Indonesia Menang di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (12/4).
Dalam kesempatan tersebut, RR juga menyoroti risiko makro-ekonomi Indonesia yang disebutnya terus meningkat. Hal itu, menurutnya, terjadi akibat utang dan bunga utang yang dilakukan pemerintah.
Neraca perdagangan Indonesia, imbuh RR, juga terburuk dan terparah di Asia Tenggara. Kondisi tersebut membuat ekonomi Indonesia sangat rentan terhadap gejolak eksternal.
"Cukup sudah dengan stagnasi dan kemandegan ini, enough is enough!" pungkasnya.