Begitu dikatakan inisiator Rumah Indonesia Nursyahbani Katjasungkana dalam konferensi pers di Hotel Century, Jakarta, Jumat (12/4).
"Momen pemilu saat ini adalah laboratorium politik pertama yang menampilkan tanding ulang antara petahana dan penantang hingga suhu lapangan politik memanas," ujarnya.
Dijelaskan Nursyahbani, panasnya suhu politik belakangan ini disebabkan oleh panjangnya masa kampanye bagi peserta yakni tujuh bulan.
"Selain itu sebagai akibat narasi dan tindakan politik dari kedua belah pihak yang telah menciptakan keterbelahan sosial politik akut," bebernya.
Untuk melakukan upaya rekonsiliasi keterbelahan tersebut, Rumah Indonesia hadir sebagai penengah panasnya suasana politik.
"Rumah Indonesia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergabung, bahu membahu, bekerja mengatasi keterbelahan dan eksesnya demi keutuhan bangsa," imbuh Nursyahbani.
BERITA TERKAIT: