"Saya belum cek," katanya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/4).
Sekalipun ada paksaan untuk mengikuti kampanye akbar, para pekerja BUMN tidak mudah gentar. Justru hal itu akan menjadikan penyemangat untuk memulangkan Jokowi ke kampung halamannya di Solo.
"Saya juga duga ancaman dari anggota TKN (tim kampanye nasional) yang berasal dari para relawan Joko Widodo yang banyak ditaruh di BUMN. Saat terhadap para pekerja BUMN tidak akan dianggap sama pekerja BUMN," jelas Arief.
Menurutnya, jika benar ada intimidasi maka para pekerja BUMN tidak boleh tinggal diam dan secara tegas menolak. Sebab pegawai BUMN bukanlah pegawai yang bisa dikerahkan untuk ikut kampanye.
"Jika mereka memaksa, lakukan aksi mogok dan slow down sebagai penolakan intimidasi," tegas Arief yang juga wakil ketua umum Partai Gerindra.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: