Ditanya soal hal tersebut, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono tidak bisa memberikan komentar.
Putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono ini mengaku belum tahu detail terkait kabar penghadangan tersebut.
"Saya belum monitor, jadi belum bisa berkomentar," ujar AHY singkat di Graha Sarina Vidi, Yogyakarta, Kamis (4/4).
Kabar penghadangan itu disampaikan orang dekat Prabowo yang juga mantan Kasum TNI Letjen (Purn) JS Prabowo melalui akun twitter.
Tapi, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Novyan Samyoga meluruskan. Jelas dia, pembatalan itu terjadi saat kendali ATC dipegang pegawai yang masih junior.
Saat itu, pesawat CN235 sudah berada di posisi take off. Lalu setelah itu, pesawat 9HNYC yang ditumpangi oleh Prabowo juga berada dalam posisi take off.
"Saat pesawat 9HNYC diberikan release take off juga, kondisinya belum aman, karena pesawat CN235 belum menuju cross wind (belum belok), sehingga pesawat 9HNYC abort take off, untuk safety," jelas Samyoga.
Pembatalan lepas landas diputuskan oleh senior ATC. Sedang saat pemberian perintah take off kepada 9HNYC dan CN235 kendali pengaturan dipegang oleh seorang yang masih junior.
"Jadi abort-nya 9HNYC karena masalah safety dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Sukhoi," tegas Samyoga meluruskan.
BERITA TERKAIT: