Pengamat komunikasi politik asal Univesitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad menyayangkan bukan profil menteri yang cocok dan sesuai dengan visi-misi yang diangkat ke publik.
"Mestinya bukan bahas itu, lebih bagus profil sosok menteri yang dibutuhkan untuk jalankan, capai visi dan misi daripada bahas jatah menteri. Pola bagi-bagi jatah menteri ini seperti politik dagang sapi," ujar Nyarwi kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (4/4).
Ia khawatir jika dibiarkan mempengaruhi soliditas partai-partai politik di dalam koalisi Prabowo-Sandi mendekat hari H Pemilihan Presiden 2019 yang kurang dari dua pekan.
"Dan bisa memunculkan sentimen negatif atau bahkan menggerus elektabilitas Prabowo-Sandi," terang Nyarwi.
Hashim blak-blakan menyebutkan pembagian kursi menteri bagi partai koalisi.
"Saya kira itu antara saya dengan kakak saya. kita kan sudah sepakat dengan PAN ada 7 menteri untuk PAN, 6 untuk PKS, partai lain masih diskusi. Itu sudah jelas," ungkapnya di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Senin (1/4) pekan lalu.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: