Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli menyampaikan, setidaknya ada lima indikator kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Pertama mayoritas publik Indonesia merasa puas dengan kinerja Jokowi.
“Sebesar 64,4 persen mayoritas masyarakat puas terhadap kinerja Joko Widodo sebagai presiden dan yang tidak puas sebesar 31,6 persen. Dari distribusi terhadap pilihan pasangan calon, pemilih yang puas terhadap kinerja Jokowi lebih banyak memilih pasangan Jokowi-Amin sebesar 75,2 persen. Sedangkan pemilih yang tidak puas lebih banyak memilih pasangan Prabowo-Sandi sebesar 74,1 persen,†ungkap Rusli di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/4).
Indikator kedua, penilaian personal masyarakat Jokowi lebih baik daripada Prabowo. Di sini Jokowi unggul dua aspek atas kualitas kepribadian dan kemampuan. Prabowo unggul dalam aspek tegas dan berwibawa.
Faktor ketiga, program tiga kartu baru Jokowi disambut positif oleh masyarakat.
“Program- program tersebut disukai masyarakat di atas 85 persen, namun yang kenal atau tahu, belum maksimal (di bawah 40 persen),†tambahnya.
Keempat, mayoritas responden muslim Indonesia menganggap Jokowi lebih mewakili aspirasi umat Islam dibanding Prabowo. Sebesar 45,5 persen responden Islam menyatakan paling terwakili oleh Joko Widodo,
“Kelima, jika dibandingkan dengan Prabowo, keunggulan dukungan terhadap Jokowi merata di berbagai segmen pemilih, seperti jenis kelamin, desa-kota, pulau, agama, usia, pendidikan, profesi, parpol pendukung koalisi dan lain-lain,†paparnya.
Berdasarkan indikator-indikator tersebut dengan ditambah selisih keduanya, Jokowi-Maruf diprediksi bakal tetap unggul. Akan tetapi, petahana bisa tersingkir jika tingkat golput tinggi.
“Kemenangan itu akan batal jika pendukung Jokowi-Amin golputnya mencapai 40%, sementara pendukung Prabowo-Subianto tidak ada yang golput,†beber dia.
Dalam survei ini, umlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan
margin of error sebesar 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah
multistage random sampling.Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner, serta responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah punya hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.
BERITA TERKAIT: