"Pilpres dan Pileg ini hajatan lima tahunan sekali, setelah itu kita harus bergandengan tangan untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara, maka pemilu harus disikapi dengan nilai kedewasaan," Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten, KH. Ahmad Imron, Senin (25/3).
Gus Imron biasa ia akrab disapa meminta masyarakat saling menghormati pilihan politik masing-masing. Jangan gara-gara pemilu, masyarakat terkotak-kotak dan terpecah-belah. Bukan hanya di tingkat akar rumput, elit politik atau tokoh masyarakat juga harus menyukseskan pemilu dengan cara-cara sesuai aturan dan kaidah yang berlaku.
"Di dalam kaidah dunia pesantren. Bahwa mencegah kerusakan ketidaktertiban harus didahulukan ketimbang berbuat kebaikan. Atas dasar itu pemilu yang menentukan nasib bangsa ke depan, harus dijaga sebaik-baiknya. Kita menyelenggarakan pesta demokrasi ini harus disikapi dengan riang gembira. Bukan saling fitnah, saling cibir," tuturnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falahiyah ini juga mengimbau masyarakat tidak menjadi produsen serta penyebar hoax, guna menjaga kondusifitas pemilu. Dalam agama, menyampaikan kabar bohong dan fitnah secara tegas dilarang.
Terakhir, Gus Imron mengajak masyarakat tidak golput dengan menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 nanti.
"Golput itu bukan pilihan bijak. Sekecil apapun, setidaksuka apapun kita golput tidak boleh dilakukan. Ini hajatan lima tahunan seluruh rakyat harusnya bergembira menghadapi hajatan demokrasi ini. Karena kalau masyarakat golput yang rugi bangsa kita sendiri. Cerminan negara demokrasi itu kan partisipasi masyarakat dalam pemilu maksimal," tukasnya.
BERITA TERKAIT: