"Saya berkeliling Nusantara di ratusan kabupaten dan kota, untuk menyerap aspirasi dan berdialog dengan rakyat," ujar AHY di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta, Minggu (24/3)
Dari hasil serap aspirasi itu, AHY mengaku bahwa permasalahan yang paling banyak didengar adalah ekonomi, kehidupan sosial dan kesejahteraan rakyat.
"Saya baru kembali dari Sumatera, khususnya Sumsel dan Sumbar, mereka mengeluhkan harga karet hancur dan harga beras naik," jelasnya.
Tidak hanya soal ekonomi, lanjut AHY, masyarakat juga menyuarakan sulitnya lapangan kerja di era Joko Widodo. Khusus tenaga guru honorer, sambung AHY, juga mengeluhkan sulitnya untuk diangkat jadi PNS walaupun sudah lama mengabdi.
Dia pun kemudian membandingkan dengan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat. Saat itu, lebih dari satu juta tenaga honorer diangkat menjadi PNS.
"Sedangkan empat tahun belakangan ini, tidak ada honorer yang diangkat jadi PNS, begitu juga yang usia di atas 35 tahun tidak boleh jadi PNS, ini tidak adil," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: