Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen mengatakan, organisasi di bidang silat ini akan menerjunkan kader untuk mengawal jalannya pesta demokrasi agar berjalan aman dan damai.
"Saat ini mulai tercium adanya upaya agar pemilu tidak berjalan kondusif. Jadi, Pagar Nusa berkewajiban mencegah upaya tersebut. Kita kawal pemilu agar damai dan aman," tegas Nabil di sela acara Madrasah Kader NU (MKNU) Pagar Nusa di Pondok Pesantren STKIP Ikhlas, Rangkas Bitung, Banten, Jumat (22/3) kemarin.
Menurut Nabil, tanggal 17 April adalah momentum penting bagi perjalanan demokrasi di Indonesia, namun setelahnya yaitu menjaga persatuan dan kesatuan jauh lebih penting.
"Perbedaan adalah hal yang wajar dan harus disikapi secara dewasa," tandasnya dalam keterangan tertulis.
Di tempat yang sama, Ketua PN Banten Mohamad Nasir mengaku, maraknya hoax dan ujaran kebencian saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Oleh karenanya, Pagar Nusa Banten harus menolak dengan tegas hoax dan ujaran kebencian.
Nasir menegaskan, siapa pun orangnya, yang tutur kata dan bahasanya menunjukkan kebencian dan hoax maka akan ditolak. "Kita akan lawan mereka yang dalam dakwahnya tidak dengan hikmah dan hasanah," ujar Nasir.
"Kita semua menginginkan agar Indonesia, khususnya Banten tetap aman dan kita harus bisa menjaga dan merawat kedamaian tersebut," pungkasnya menambahkan.
MKNU Pagar Nusa digelar selama tiga hari dari 22-24 Maret 2019. MKNU bertujuan untuk menguatkan semangat ke-NU-an dan semangat ke-Pagar Nusaan di mana di dalamnya juga diberikan materi-materi terkait strategi berdakwah yang hikmah dan hasanah. Juga ditanamkan semangat juang dan rasa cinta tanah air.
BERITA TERKAIT: