Ekonom senior Dr. Rizal Ramli membantah keras jika Dwifungsi ABRI diberlakukan kembalinya. Pasalnya penghapusan Dwifungsi ABRI merupakan amanat reformasi dan komitmen pemerintah Presien Gus Dur.
"Belakangan ini ada yang mengusulkan Dwifungsi ABRI kembali. Saya mohon maaf pembubaran Dwifungsi ABRI adalah sesuatu tuntutan dari gerakan reformasi. Merupakan legacy dari Presiden Gus Dur," kata RR biasa disapa di kawasan Tebet, Jakarta, Senin (25/2).
Dia melihat ada menteri era Gus Dur yang saat ini juga duduk di pemerintahan Jokowi dan kemudian mengusulkan adanya Dwifungsi ABRI kembali.
"Ini mau dihapuskan oleh orang yang juga menteri Gus Dur pada waktu itu. Kami katakan awas jangan sembarangan, jangan sok jago, sok kuasa ingin mengembalikan Dwifungsi ABRI," tegasnya.
RR menyebut putri Gus Dur, Alisa Wahid juga menentang keras jika Dwifungsi ABRI diberlakukan kembali. Menurut dia memang kesejahteraan TNI/Polri perlu ditingkatkan namun bukan lewat Dwifungsi ABRI.
"Tapi kami setuju gaji TNI/Polri rendah sekali, gaji pensiunan TNI/Polri itu sangat-sangat rendah, kami setuju jalan paling baik adalah memperbaiki gaji TNI/Polri, bukan dengan Dwifungsi ABRI," pungkas Menko Perekonomian era Gus Dur ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: