Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, dalam diskusi dengan tema "Batasan Norma dalam Debat Capres" di gedung DPR, Jakarta (Kamis, 21/2). Dalam diskusi ini hadir juga sebagai pembicara Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon dan Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja.
Dalam konteks kompetisi, Maruarar menjelaskan bahwa ada
negatif campaign dan
black campaign. Dalam hal
negatif campaign, ini menyangkut sesorang calon pemimpin, siapapun itu, yang berhak diketahui publik. Maka dalam konteks inilah pernyataan Jokowi soal pengelolaan lahan dalam debat harus dipahami.
"Kita terbuka saja, siapapun yang dapat pengelolaan lahan. Tahun berapa ia dapat, di era pemerintahan siapa, bagaimana track record dalam pengelolaan lahan, bagaimana proesesnya, apa alasannya ia mendapat. Buka saja. Wajar Tentu ada batasan dan menjadi kewenangan Bawaslu untuk menilainya dalam ranagh legalnya," ungkapnya
Maruarar pun mengatakan bahwa sejatinya Jokowi dan Prabowo itu bersahabat dengan baik. Ia memastikan tidak ada persoalan personal antara Jokowi dan Prabowo. Apalagi, sambung dia, dalam lima tahun ini hubungan keduanya sangat baik
"Jokowi dan Prabowo berkomunikasi dengan baik," tegas Ara, demikian ia disapa.
[ian]