Pada Agustus 2018 pemilih muslim yang memiliki populasi 85 persen, PDIP berhasil meraup 23, 2 persen. Tapi pada Januari 2019 turun menjadi 18,4 persen.
Diakui Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Faozan Amar, penurunan itu merupakan salah satu tantangan bagi PDI Perjuangan dalam merebut dan memenangkan hati rakyat, khususnya di kalangan pemilih muslim.
“Tentu hasil survei tersebut akan menjadi bahan evaluasi kami, sehingga dalam dua bulan ke depan bisa meraih kemenangan secara maksimal,†jelasnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/2).
Namun demikian, Faozan mengaku masih bersyukur. Sebab, dalam survei itu, PDIP masih yang paling unggul di basis pemilih muslim. Sebanyak 18,4 persen muslim memilih PDIP dan Gerindra membuntuti dengan 16,6 persen.
Faozan menilai basis suara ini akan terus dirawat dan dijaga dengan sebaik-baiknya melalui program dan aksi nyata, sesuai dengan nilai-nilai religius pemilih muslim.
“Sehingga suaranya bisa terus naik dan pada akhirnya, insyaallah PDIP akan memenangkan pemilu legislatif dan pemilu presiden secara bersama-sama,†yakin caleg PDIP dapil Jateng V itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: