Meski Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengantongi dua nama hasil uji kelayakan dan kepatutan.
Pras mengatakan, dirinya heran karena proses penyeleksian berlangsung begitu lamban dan tidak kunjung kelar.
"Sampai hari ini saya belum menerima apapun surat yang bentuknya pergantian daripada wagub," ujarnya di Gedung DPRD, Rabu (20/2).
Pras heran dengan sulitnya Gerindra dan PKS memilih satu nama yang paling kompeten untuk menjadi pengganti Sandiaga Uno. Terlebih, warga Jakarta juga dikorbankan karena molornya proses pemilihan wagub.
"Makanya saya juga bingung kadang-kadang. Partai pengusung cuma dua, partai pengusung saja kok milih satu orang tidak bisa. Kasihan masyarakat Jakarta lah," jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Karena itu, Pras berharap pendamping Anies Baswedan sesegera mungkin diisi oleh kandidat yang berkompeten.
[wah]
BERITA TERKAIT: