Rudiantara dilaporkan atas pernyataan kontroversi "yang gaji kamu siapa" yang dilontarkannya pada acara internal Kominfo, kemarin (Kamis, 31/1).
"Kami berharap laporan ini dapat ditindaklanjuti, karena pernyataan itu terlalu resisten," ujar tim anggota advokasi ACTA, Nurhayati di kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (1/2).
Belakangan, Rudiantara sendiri sudah menjelaskan apa yang dia maksudkan dari pernyataan itu. Menurutnya, itu untuk memastikan aparatur sipil negara tetap netral pada Pilpres 2019.
"Terlepas dari klarifikasi itu, kami tetap punya untuk melaporkan. Jadi biar nanti yang menjelaskan ada pelanggaran atau tidak dari Bawaslu," kata Nurhayati.
Baca:
Rudiantara Kena Bully 'Yang Gaji Kamu Siapa', Ini Klarifikasi KominfoJelas Nurhayati, teguran Rudiantara tersebut sangat terkesan memihak salah satu paslon dalam pada Pilpres 17 April nanti.
"Yaitu menggiring pola pikir untuk tidak mencoblos nomor 02 karena yang menggaji bukanlah keyakinan si pegawai, namun adalah Pemerintah sekarang yang nota bene merupakan Paslon Presiden 01," terangnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: