Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan, secara politis Cak Imin bersama PKB boleh-boleh saja berharap akan mendapatkan jatah kursi menteri yang banyak. Namun jika nanti perolehan suara PKB tak sebanyak partai pendukung yang lainnya di Pemilu 2019, maka permintaan itu sangat tidak layak.
"Soal layak atau tidak layak, tentu tidak layak. Jatah menteri 10 bagi PKB terlalu banyak," tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/1).
Perlu diketahui, Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Diantaranya adalah PDIP, Golkar, PKB, Hanura, NasDem, Perindo, PSI, PPP, PKPI. Sementara, pada Pemilu 2014 lalu, perolehan suara PKB yang hanya 9,04 persen berada jauh dibawah PDIP yang sebesar 18,95 persen dan Partai Golkar 14,75 persen.
"Kalau PKB katakanlah dengan 6 persen suara yang akan didapatkan di April 2019 menurut lembaga survey, ingin mendapat jatah 10 menteri. Bagaimana dengan partai PDIP yang diprediksi mendapat suara jauh di atas PKB akan mendapat banyak menteri dong. Jadi tidak rasional permintaan Cak Imin tersebut. 4 sampai 5 menteri saja sudah banyak bagi PKB," pungkasnya.
[hta]
BERITA TERKAIT: