Begitu pandangan Direktur Eksekutif Indonsia Publik Institute (IPI), Karyono Wibowo saat diskusi media dengan tema "Menakar Kapabilitas Pasangan Capres-Cawapres dari Perspektif Media Massa" di Kopi Politik, Jakarta, Jumat (25/1).
"Ada kecenderungan ke sana tetapi tidak sepenuhnya seperti era rezim orde baru," ujar Karyono.
Menurutnya, kecenderungan tersebut didasari dari pernyataan dan sikap calon presiden nomor urut 02 itu kepada media yang kerap berkata keras terlebih usai reuni Aksi 212 di Silang Monas.
Kendati demikian, Karyono menegaskan, Prabowo tidak akan sampai berani memberedel media seperti yang terjadi pada era orde baru.
"Dia tidak akan bisa membawa seperti Orba, karena kontrol publik saat ini sangat kuat dan ada UU yang melindungi media," ungkapnya.
Sementara Wapemred
Harian Kompas Tri Agung Kristanto yang juga menjadi pembicara menilai, sikap Prabowo dan timnya yang kerap bertentangan dengan media bahkan melaporkan media ke Dewan Pers adalah bagian dari strategi kampanye, lantaran Jokowi telah menjadi media darling.
"Dan bagi Prabowo untuk menjadi media darling tidak mudah. Ini juga bisa jadi adalah agar menjadi
top of mine yang selalu diingat masyarakat dan cara yang baik adalah melakukan kontroversi," ungkapnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: