Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo menilai koordinasi antar lembaga tidak berjalan dengan baik.
"Masalah utama yang kami lihat adalah koordinasi antar lembaga, bagaimana setelah produksi barang sampai ke pasar itu ongkosnya mahal sekali," ujarnya saat diskusi publik bertajuk ‘Petani, Nelayan & Ekonomi Rakyat' di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/1).
Selain itu, juga ada masalah distribusi sejumlah komoditas yang perlu segera diantisipasi.
"Kita menjaga stabilitas, kita mulai dari hulu sampai hilir tidak ada yang rugi. Pedagang untung konsumen juga tidak buntung produsennya petaninya tidak juga buntung,†sambungnya.
Edhy kemudian mencontohkan harga bawang di petani yang hanya Rp 10 ribu, tapi di pasaran mencapai Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu.
"Ini sebetulnya bukan masalah apa-apa, tapi masalah distribusi," kata Edhy.
Solusi dari masalah tersebut, sambungnya, adalah dengan kembali pada ekonomi Pancasila dan pasal 33 UUD 1945.
[ian]
BERITA TERKAIT: