Pertama, penghinaan terhadap mantan presiden Indonesia. Ini lantaran SBY merupakan mantan presiden yang telah memimpin negeri ini selama sepuluh tahun.
Selain itu, bagi masyarakat Melayu Riau, SBY merupakan tokoh istimewa. Direktur Sabang Merauke Institute Abdullah Rasyid menjelaskan bahwa SBY memiliki gelar "Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negaraâ€.
“Gelar itu ditabalkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) tahun 2007,†jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (18/12).
Rasyid menilai, dengan gelar tersebut seharusnya SBY mendapat sambutan khusus. Seperti Tari Makan Sirih dan disuguhkan sirih dalam tepak.
Sekretaris Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat itu ingin mengatakan bahwa pihaknya tidak masalah dengan perusakan atribut dan baliho SBY. Masalah ini cukup menjadi urusan penegak hukum.
“Tapi anda-anda (pelaku perusakan) telah mencoreng dan mempermalukan Kota Pekanbaru, Riau, dan masyarakat melayu di seluruh dunia, bahwa anda adalah orang yang tidak ‘beradat’,†tutupnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: