Perusakan Baliho SBY Sama Saja Permalukan Masyarakat Melayu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 18 Desember 2018, 23:03 WIB
Perusakan Baliho SBY Sama Saja Permalukan Masyarakat Melayu
SBY di Pekanbaru/Net
rmol news logo Perusakan baliho Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, banyak penghinaan yang terjadi karena perusakan tersebut.

Pertama, penghinaan terhadap mantan presiden Indonesia. Ini lantaran SBY merupakan mantan presiden yang telah memimpin negeri ini selama sepuluh tahun.

Selain itu, bagi masyarakat Melayu Riau, SBY merupakan tokoh istimewa. Direktur Sabang Merauke Institute Abdullah Rasyid menjelaskan bahwa SBY memiliki gelar "Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara”.

“Gelar itu ditabalkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) tahun 2007,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (18/12).

Rasyid menilai, dengan gelar tersebut seharusnya SBY mendapat sambutan khusus. Seperti Tari Makan Sirih dan disuguhkan sirih dalam tepak.

Sekretaris Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat itu ingin mengatakan bahwa pihaknya tidak masalah dengan perusakan atribut dan baliho SBY.  Masalah ini cukup menjadi urusan penegak hukum.

“Tapi anda-anda (pelaku perusakan) telah mencoreng dan mempermalukan Kota Pekanbaru, Riau, dan masyarakat melayu di seluruh dunia, bahwa anda adalah orang yang tidak ‘beradat’,” tutupnya.  [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA