Direktur Infokom ETOS Institute Rahmat Shaleh menjelaskan bahwa partai lama seperti Golkar, PDIP, dan PPP memiliki tingkat pengenalan publik yang hampir maksimal, yakin 99 persen.
Partai lain yang memiliki popularitas 99 persen adalah Demokrat. Hal itu terjadi, kata Rahmat karena figur pemimpin partai tersebut sudah dikenal publik, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Demokrat disebabkan karena figur SBY dan masa dua kali pemerintahan,†jelasnya.
Sementara Gerindra menyusul dengan tingkat popularitas 96 persen. Sedang partai baru yang cuku mendapat respon publik adalah Perindo dengan 81 persen popularitas.
Sedang untuk tingkat elektabilitas, sambung Rahmat, partai besutan Megawati Soekarnoputri juga menempati posisi teratas dengan 21,2 persen responden, disusul Gerindra 19,8 persen dan Golkar 16,1 persen.
“Selanjutnya ada Demokrat dengan 14,9 persen, PKB 6,7 persen, Nasdem 3,1 persen, PAN 2,9 persen, Perindo 2,6 persen, PKS 2,3 persen, PPP 2,1 persen, Berkarya 1,9 persen, PSI 1,7 persen, Hanura 1,6 persen, PBB 1,4 persen, PKPI 1,1 persen, dan Garuda 0,4 persen," urainya.
Jika batas ambang parlemen adalah 4 persen, maka hanya lima partai politik saja yang dipastikan lolos yakni PDIP, Gerindra, Golkar, Demokrat dan PKB.
"Tapi jika margin error dari survey ini adalah 2,9 persen, maka amat mungkin muncul partai lain yang juga lolos dari ambang batas parlemen," sambungnya.
Survei ini digelar pada 1 hingga 15 Desember lalu di enam kota besar yakni Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Bandung. Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,9 persen.
[ian]
BERITA TERKAIT: