Fakta di lapangan harus menjadi dasar dalam mengungkap kasus ini, bukan tekanan publik.
Begitu kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Kamis (25/10).
Dia juga meminta kepada publik untuk berpikir bijak dalam menyikapi kasus ini.
“Jangan mudah terprovokasi dari pihak manapun. Biarkan polisi bekerja sesuai fakta hukum di lapangan," ujarnya.
Edi mengaku setuju dengan Polda Jabar yang telah menyatakan bahwa bendera yang dibakar merupakan bendera dari ormas terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Untuk itu, dia meminta masyarakat berpikir rasional dalam kasus ini. Jangan sampai, masyarakat tersulut emosi sehingga menimbulkan konflik yang lebih luas.
"Kami mengajak masyarakat berpikir rasional bukan emosional dan mari sama-sama menjaga Kamtibmas," harap mantan anggota Kompolnas ini.
Dia juga meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana dan memanfaatkan kasus ini untuk kepentingan politik.
"Kami ajak semua pihak berikan kesempatan kepada Polri untuk menggusut tuntas kasus ini," tandas doktor ilmu hukum tersebut.
[ian]
BERITA TERKAIT: