Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko menilai bahwa tensi yang tinggi itu terjadi karena kemajuan teknologi yang semakin canggih dan gawai yang makin mudah diperoleh.
"Tensinya makin tinggi karena pengguna medsos makin banyak," tegasnya dalam diskusi publik bertajuk ‘Buzzer Politik di Sosial Media, Efektifkah?’ di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10).
Menurutnya, semua kemajuan teknologi itu tidak diimbangi dengan kecanggihan cara berpikir pengguna medsos dan buzzer di Indonesia.
Mayoritas pengguna medsos belum memiliki kapasitas untuk berpikir dan berdebat yang mempuni. Buktinya, konten yang disebarkan selama ini kebanyakan tidak membicarakan tentang substansi persoalan bangsa.
"Harus diakui bahwa pada bagian ini Indonesia masih kurang. Tapi kecerdasan
tools tidak kalah," ujarnya.
Padahal, menurut dia, meskipun jumlah pengguna media sosial di dalam negeri tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia, hubungan kekerabatan antara media sosial dengan dunia nyata sangatlah dekat.
Pengguna media sosial bisa saja mempengaruhi orang-orang di lingkungan nyata untuk melakukan sesuatu.
"Jadi (ibaratnya) cukup anda taruh satu tablet racun di bak yang luas, maka air itu akan menjadi beracun toh," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: