Hal itu diutarakan tokoh aktivis senior juga pakar ekonomi, Rizal Ramli, lewat akun twitternya @RamliRizal.
"Ratna cerdas, kritis dan outspoken, tapi tindakan brutal & sadis tsb tidak dapat dibiarkan!," tulis Rizal.
Rizal meminta Bareskrim Polri mengusut kasus ini.
"Penghinaan thd demokrasi ! Kok beraninya sama ibu2 ?" tambahnya.
Rizal terkesan sangat geram. Beberapa waktu setelah tweet di atas, mantan tahanan politik Orde Baru ini kembali mengungkapkan kegeramannya.
Ia tegaskan bahwa perbedaan pendapat, budaya, ekspresi, aturan berpakaian, sama sekali tidak membenarkan penganiayaan fisik.
Menurut dia, penganiayaan fisik terhadap Ratna Sarumpaet adalah penghinaan terhadap demokrasi Indonesia.
"Dissenting opinions, Cultural differences in speaking styles, expressions&nuances, dress code do not justify any form of physical abusesâ€. Physical abuses to democratic activist Ratna Sarumpaet @RatnaSpaet is an insult to Indonesian democracy," tulis Rizal.
[ald]