"Sekarang buktikan saja data tersebut kepada KPU," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Sadzily di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9).
Ace menilai, penerapan sistem kependudukan elektronik sudah sangat maksimal. Sehingga, kecil kemungkinan adanya data ganda.
Menurutnya, pembuktian apa yang disampaikan oposisi itu menjadi perlu supaya tidak terkesan mencari kesalahan KPU sebagai penyelenggara Pemilu.
"Saya tidak ingin bahwa ini dijadikan alibi untuk mencari kesalahan-kesalahan yang dilakukan penyelenggara pemilu," ujarnya.
Dugaan adanya data ganda disampaikan Sekjen PKS, Mustafa Kamal. Dia menyebut saat ini koalisi opisisi tengah mengolah 137 juta daftar pemilih sementara (DPS) yang diberikan KPU. Dari olahan tersebut diperoleh beberapa pemilih ganda.
"Dari 137 jutaan pemilih dalam DPS terdapat 25 jutaan pemilih ganda. Di beberapa dapil ditemukan beberapa nama, bahkan satu nama bisa tergandakan 11 kali dalam satu TPS," kata Mustafa kemarin malam.
[fiq]
BERITA TERKAIT: