Gejala Konformitas Muncul Di Sosial Masyarakat Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sukardjito-1'>SUKARDJITO</a>
LAPORAN: SUKARDJITO
  • Senin, 03 September 2018, 08:38 WIB
Gejala Konformitas Muncul Di Sosial Masyarakat Indonesia
Robertus Robet/net
rmol news logo Jelang Pemilihan Presiden 2019 perang media sosial tampak sudah dimulai, tujuannya untuk membentuk opini publik lewat media daring tersebut, tak terhindarkan orang hanyut dalam beberapa opini subjektif.

Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robet, menegaskan ada gejala konformitas dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia akhir-akhir ini.

"Konformitas, ringkasnya adalah strategi adaptasi di mana individu menerima baik sarana maupun tujuan dari kebudayaan umum masyarakat atau kolektif. Dalam bentuk ekstrimnya, konformitas dipraktikkan dalam prilaku menerima kehendak orang banyak sekali pun mesti bertentangan dengan nalar," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (3/9).

Dalam gejala sosial, sambung dia, konformitas juga bisa dilihat dari gejala orang mengikuti gerak kerumunan yang tidak jelas, semata-mata karena orang banyak bergerak ke arah itu.

Konformitas muncul ketika orang mengikuti suara yang lebih banyak dan mengorbankan pikirannya sendiri.  

"Di era medsos, konformitas juga bisa dibentuk. itu sebabnya buzzer dan akun-akun palsu yang ribuan laris dan jadi bisnis," tutupnya. [jto]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA