Andi Arief terhitung sudah tiga kali mangkir dari panggilan Bawaslu untuk dimintai keterangan soal isu mahar Rp. 1 triliun yang dia sebut diberikan Sandi untuk menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto.
"Saya tidak mau berkomentar soal yang negatif," ujar Sandi saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (29/8).
Sandi menegaskan, jika menurut Bawaslu dia perlu untuk hadir, maka dipastikannya pemanggilan itu akan dipenuhi.
"Saya garis bawahi bahwa saya siap memberikan klarifikasi tapi memang proses itu harus sesuai dengan dalam koridor hukum," jelasnya.
Ditegaskan soal bagaimana sikap Andi Arief yang selalu mangkir, Sandi memilih senyum dan berlalu dari awak media.
"Oke ya," tutup Sandi.
Sebelumnya, Bawaslu sangat berharap kehadiran Andi Arief. Keterangannya sangat dibutuhkan untuk proses pembuktian kasus dugaan pemberian "mahar politik" senilai Rp 1 triliun kepada PAN dan PKS.
Kasus ini berawal dari cuitan Andi Arief yang menyatakan Prabowo Subianto sebagai Jenderal Kardus di akun twitter pribadinya @AndiArief_.
[rus]