Jika selama ini, Manajer Layanan Teknis dan Arsitek Korporat Golden Tulip dan Tauzia Hotel Management melampiaskan tekad itu dengan berkecimpung dalam kegiatan sosial, maka kini wanita 30 tahun tersebut ingin mencoba melakukan perubahan melalui jalur legislatif.
Milly yang aktif berkegiatan sosial sejak di bangku kuliah dengan pernah menjadi Relawan Studio Habitat, yang memberikan desain gratis untuk Habitat for Humanity berkeinginan untuk melakukan perbaikan dunia pendidikan negeri ini.
Bagi ibu dua anak itu, ada sejumlah hambatan yang membuat laju pendidikan tanah air tidak bisa maksimal.
“Salah satunya adalah korupsi dan intoleransi, yang menjadi akar permasalahan,†jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Milly bahkan mengaku sempat anti dengan dunia politik tanah air. Sebab, dunia tersebut selalu dikaitkan dengan uang dan berbuntut pada korupsi.
Namun kini, Milly mengaku sudah menemukan partai yang tepat dan bisa mewujudkan mimpinya untuk memberantas korupsi di negeri ini.
“Saya sangat anti korupsi. PSI jelas mengembangkan misi itu. Saya juga melihat PSI membawa cara baru dalam politik. Buat saya, ini bisa membawa perubahan di perpolitikan Indonesia,†tukasnya yang kini masuk dalam bakal daftar calon anggota legislatif (bacaleg) PSI.
[ian]
BERITA TERKAIT: