Dia menjelaskan bahwa alasannya menolak pencapresan Anies cukup sederhana, yakni penolakan serupa pernah dia lakukan saat Joko Widodo meninggalkan Jakarta untuk maju pilpres tahun 2014.
“Saya tidak setuju Anies Baswedan maju jadi capres, sederhana karena saya dulu tidak setuju Jokowi meninggalkan jabatannya di Jakarta,†jelasnya dalam akun
Twitter @fahrihamzah, Selasa (10/7).
Fahri yang mendukung Anies dalam Pilkada DKI 2017 lalu meminta agar warga DKI Jakarta tidak terus menerus dipermainkan. Apalagi, dalam Pilkada DKI lalu penuh dengan ketegangan antar warga.
“Saya merasa rakyat Jakarta janganlah dipermainkan seperti ini. Pilkada DKI yang lalu berdarah-darah. Bacalah tanda-tanda jangan lupa,†sambungnya.
Kepada pihak-pihak yang mendorong Anies maju di Pilpres 2019, Fahri mengimbau agar mereka tidak memaksakan kehadiran mantan Mendikbud itu di pilpres.
“Saya mohon maaf, jika saya berbeda dengan kawan-kawan. Tapi saya merasa ada banyak orang bisa jadi presiden kalau sekadar untuk melawan Jokowi dalam debat. Tidak perlu Anies Baswedan. Cukup jujur saja di depan publik siapapun bisa menang,†lanjut Fahri.
“Saya tahu Anies didorong banyak orang. Tapi, sebaiknya kita meminta mereka fokus di DKI dan jangan mencontoh pendahulu mereka yang salah. Pemimpin yang meninggalkan pekerjaan di tengah jalan bisa dituduh egois. Jangan dibiasakan. Jabatan buka aji mumpung,†tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: