Mungkin karena menyadari nilai strategis proyek ini maka Presiden dan Wakil Presiden secara bersama-sama didampingi Mentri Agama dan Menristek Dikti menghadiri peletakan batu pertama Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Meskipun peresmiannya dilakukan secara sederhana dan bersahaja, tidak mengurangi pentingnya makna kehadirannya bagi Ummat Islam di seluruh dunia.
Kenapa proyek ini memiliki nilai strategis? Dunia Islam kini sedang terputuk. Budaya kekerasan sedang mendominasinya yang bermuara pada penyelesaian semua masalah dengan senjata. Semangat jihad berubah menjadi semangat untuk membunuh sesama saudara sendiri. Akibatnya, semakin lama dunia Islam semakin terpuruk. Kerusakan fisik, banjir darah, banjir pengungsi, permusuhan sesama pemimpin Muslim semakin menjadi-jadi. Akibat lebih jauh, negara-negara Muslim tidak punya waktu dan tenaga untuk membangun sain dan teknologi, membangun ekonomi, membangun politik, dan membangun militer. Dalam keadaan umat Islam semakin tercabik-cabik atau semakin dicabik-cabik.
Dalam situasi seperti ini umat Islam Indonesia menawarkan jalan baru, Islam Rahmatan Lilalamin, Islam yang ramah dan Islam yang membawa kebaikan bukan saja bagi umat Islam sendiri, akan tetapi bagi semua pemeluk agama juga bukan pemeluk agama, inilah Islam Wasatiah.
Jika umat Islam Indonesia selama ini hanya menerima, belajar dari Mesir, Saudi Arabia, Turki, Mesir, dan sejumlah negara Eropa, Kanada, dan Amerika. Kini saatnya, Indonesia memberi dan mengajarkan mereka. Apalagi keterpurukan peradaban kini juga melanda Barat akibat badai populisme yang dipicu dan dipacu oleh masifnya penggunaan media sosial yang mengakibatkan mereka semakin meninggalkan HAM dan demokrasi yang mereka perkenalkan.
Jadi kehadiran UIII sejatinya bukan saja diperlukan oleh umat Islam Indonesia, tetapi juga umat Islam Dunia, serta ummat manusia secara keseluruhan. Semoga proyek ini berjalan lancar, karena kehadirannya akan membuat dunia lebih tentram dan lebih damai.[***]
Penulis adalah Direktur Eksekutif CDCC (Center for Dialogue and Cooperation among Civilization).
BERITA TERKAIT: