Namun, tingkat kepuasan terhadap Soeharto tersebut tak berbanding lurus dengan elektabilitas putranya, Hutomo Mandala Putra atau lebih dikenal Tommy Soeharto.
“Banyak yang menganggap Pak Harto berhasil, tapi tidak diikuti dengan peringkat Tomy Soeharto sebagai calon presiden atau tokoh yang hanya meraih 0,1 persen,†kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa, (22/5).
Qodari menambahkan, akan lain jika Soeharto yang ikut pemilu dan mendirikan partai. Menurutnya modal sosial yang ada di diri Soeharto belum termanifestasikan ke anaknya, yakni Tommy Soeharto yang kini menjadi Ketua Umum Partai Berkarya.
“Dulu di tahun 2004, Mbak Tutut juga mendirikan partai dan menggunakan jargon Pak Harto tapi tetap belum bisa ngangkat,†terang Qodari.
Ia menganalogikan pemilu Malaysia dengan fenomena menangnya Mahathir Mohammad.
“Coba kalau anaknya Mahathir Mohammad belum tentu menang, tapi kalau sekarang Pak Harto yang ikut pemilu lagi tidak mungkin,†pungkasnya.
Pengumpulan data dilakukan pada 15-22 April 2018 di 34 Provinsi, dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling.
Jumlah sampel 1.200 responden dengan margin of error 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
[fiq]
BERITA TERKAIT: