Bahkan kondisi bangsa Indonesia justru semakin karut marut pasca bergulirnya Reformasi 98 yang hanya berorientasi menumbangkan Soeharto.
Ekonom senior Rizal Ramli tahu persis kejadian seputar Reformasi 98. Ia pun mengakui masih ada PR yang belum selesai setelah 20 tahun reformasi bergulir.
"Banyak yang hanya bertujuan menjatuhkan Soeharto, setelah itu tidak tahu mau ngapain," kata RR biasa disapa di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Senin, (21/5).
Waktu itu, ia sudah meminta para profesor dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia untuk membuat
blue print setelah Soeharto tumbang.
"Mereka malah bertanya mau
ngapain? Soeharto nggak mungkin tumbang, saya heran dengan mereka," imbuhnya.
Akhirnya karena tak adanya
blue print membangun Indonesia, NGO asing masuk dan menawarkan konsep perubahan UUD 45.
"Ini yang akhirnya dipakai oleh MPR untuk mengamandemen UUD 45. Masukan NGO asing yang sudah diterjemahkan," ulasnya.
Alhasil hingga saat ini pasca amandemen UUD 45 sebanyak empat kali kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara semakin kacau.
[wid]