Begitu tegas Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Agus Mulyono Herlambang dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (14/5).
Selain menyerukan simpati dengan mengutuk aksi tersebut, PMII juga menegaskan bahwa tidak ada pembenaran atas aksi teror terutama di tempat ibadah. Dalam hal ini, PMII meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas semua aksi teroris dan memastikan tidak terulang lagi di tempat lain.
"Selain itu, pemerintah perlu menjamin dan melindungi kepada semua warganya, agar dapat menjalankan hak-hak asasinya, termasuk hak untuk beribadah," imbuhnya.
PMII juga mengajak seluruh umat beragama untuk tetap satu dan tidak terpancing upaya adu domba antar agama. Selain itu, setiap elemen dan tokoh masyarakat Indonesia harus berhati-hati dalam menyampaikan informasi yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi memicu sentimen keagamaan.
"Serta, kesadaran agar tiap elemen masyarakat kembali ke jati diri asli bangsa Indonesia yang menghargai keberagaman dan toleransi," tukasnya.
[ian]